Kumpulan Cerita Seks, Cerita Dewasa, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Cerita Pemerkosaan, Cerita Bokep ABG, Cerita Panas Hot, Cerita Lesby, Cerita Gay, Cerita Selingkuh Terbaru.
Download Now Download Foto dan Video Bokep XXX Terbaru 2016 !!!

Cerita Seru Ngentot Dua Pembantu Cantik

Cerita Sex Terbaru – setelah sebelumnya ada Aku Menikmati Istriku Di Entot Pria Lain, kini ada cerita seks bergambar Cerita Seru Ngentot Dua Pembantu Cantik. selamat membaca dan menikmati.

Hai nama saya andi, Saya mengucapkan terima kasih yang mereply dan membaca kisah sex saya. dengan ini sesuai janji saya, saya akan menceritakan kisah sex saya dengan ina, pembantu baby sitter paman saya yang ada di Ibukota.

Cerita Seru Ngentot Pembantu dan Baby Sitter

Ina Pembantu Pamanku yang Cantik

Ina ini mukanya cantik sekali, rupanya menurut saya telah mengalahkan pembantu saya, Ineke. Tetapi, kalau masalah badan, Ineke tetap nomor satu. Sejak saya memerawani Ineke, dia menjadi lebih care dengan dirinya seperti mencukur bulu kakinya, memakai body lotion, menggunakan cutex, meminum jamu perapet vagina biar liangnya tetap memuasakan aku, menggunakan bedak untuk vaginanya, pintar berdandan, bahkan yang tadinya risih dengan payudaranya sekarang dia merasa bangga dengan payudaranya, sekarang dia menggunakan gel untuk mengencangakan dan membesarkan payudaranya serta menggunakan penyangga dada agar pertumbuhan dadanya terarah dan biar tambah kenyal.

Rupanya cara ini terbukti, Dari Cupnya B,sudah berubah menjadi C, sehingga ukuran Branya sekarang 36C, serta tambah kenyal (sangat-sangat kenyal) sekali bila saya meremasnya, dan apabila melewati jalan berbatu atau polisi tidur,para pria tidak lagi melihatnya karena payudaranya terlihat seperti batu tidak bergoyang karena menggunakan penyangga payudara dan sikapnya berubah, dari yang Ndeso, sekarang ia percaya diri. Dia juga tidak menggunakan Bra lagi karena saya larang dan seluruh CDnya saya suruh buang dan saya belikan G string. Dia sudah mempunyai keahlian tarian erotis yang ia pelajari dari Video porno yang saya sering pinjam dari teman saya. wah, sangat membanggakan. tetapi dia tetap santun dengan kedua orang tuaku serta tetap sayang dengan adikku. kalau ada orang tuaku, dia selalu menggunakan baju yang tebal agar tidak ketahuan tidak menggunakan bra dan apabila kedua ortuku pergi dalam waktu yang lama, dia menggunakan pakaian seksi yang belikan (lebih cocoknya colongan) pakaian ketat, tipis, belahan dadanya kelihatan minim-minim seperti tanktop, rok mini atau lainnya. serta biasanya saya diberi tarian erotis olehnya serta Ngesex senganya.

Cerita Ngentot Pembantu Cantik

Ineke Pembantuku yang Cantik dan Seksi

Tidak hanya Ineke berubah, sayapun begitu, kehidupan saya menjadi teratur dan teroganisir. saya rajin menggunakan senam kegel agar bisa tahan lama. sekarang kita fokus lagi ke ina, dia adalah orang sunda, terlihat dari logatnya apabila dia berbicara. dia sudah kerja di rumah paman saya 1 tahun. usianya 17 tahun. usia muda dan tentunya nikmat untuk ditiduri juga. tingginya lebih tinggi sedikit dibandingkan Ineke. payudaranya juga proporsional dengan tubuhnya dan dia sangat cantik, cuma kulitnya dia lebih gelap dari pada Ineke. ya kulitnya indonesian banget lah. mukanya sayu dan bibir yang pink tanpa lipstik dan selalu basah karena suka digigit olehnya. kalau saya melihat dia sedang gigit bibirnya membuat saya jadi berfantasi mencium bibirnya atau di anal olehnya ohhhh. tapi jujur, pantat ina lebih bulat dan besar dibandingkan Ineke.

Cerita Paling Hot Ngentot Dua Pembantu Cantik

Saya baru mengenalnya ketika pamannya beserta istrinya datang jauh-jauh kerumahku hanya untuk silaturahmi dengan seorang gadis berseragam putih yang sedang menggendong anak dari paman saya. Paman saya adalah orang arab yang punya usaha restoran di jakarta, paman saya ini punya bujet tinggi. tetapi dia alim dan rendah diri. sebut saja namanya pak amad. ketika saya melihat dirinya, dia langsung menundukan kepalanya dan langsung bermain dengan bayi itu dan menginap selama 3 hari.

Saya punya feeling bahwa gadis ini pemalu berat. rupanya feeling saya ini benar, ketika saya berusaha mendekati dirinya, dia langsung menjauh dan ketika saya bertanya namanya. dia mengucap dengan kata yang sangat simpel “ina” dengan lirih dan langsung menjauhiku. Apa dia takut dengan saya?. kemudian saya menugasi Ineke untuk “menginterogasi” dia. Tapi kalau Ineke.dia bicara dengan lancar. tentunya Ineke memberikan pertanyaan terselubung untuk mengetahuinya. Rupanya dia memang malu ke saya. selama di rumah saya, dia tidur bersama Ineke di kamar pembantu dan saya nguping di balik pintu yang ditutup oleh Ineke.
“ina, kok kamu tadi diajak bicara sama mas andi kok takut sih?, mas andi nggak gigit kok”
“hihihi, kamu bisa aja deh”
“trus kenapa toh?”
“saya malu sama mas andi”
“kok malu sama mas andi?”
“nggak tau, kalo saya dekat dengannya,saya jadi “ndredeg” (nervous) nggak tau kenapa”
“Ooo gitu to, kamu naksir sama mas andi ya?”
“enggak sih, lagipula dia apa mau sama gadis desa kayak saya ini”
“Eee jangan gitu dong”
“ni, kamu kan udah lama tinggal disini kan?”
“iya, kira kira udah 3 tahunan lah”
“berarti kamu tau sifatnya mas andi dong”
“iya, emang kenapa?”
“mas andi tuh sifatnya gimana?”
“baik hati, tidak sombong, wah pokoknya teratur deh, eh tapi kok kita bicarain mas andi sih?, kamu naksir ya”
“nggak, nggak sama sekali”
“yang benerrr?”
“iya””haah(menguap) aku ngantuk ,aku bobo duluan ya, kamu nggak bobo?”
“nggak, nanti aja. aku mau ngasih minum ke majikanmu. met bobo ya”

Kemudian saya lari kedapur dan Ineke tentunya juga ke dapur karena saya suruh juga kedapur. kemudian saya suruh dia berbalik badan dan saya peluk dia dari belakang sambil kedua tangan saya meremas payudaranya. spontan penis saya naik dan saya gesekan kepantatnya.
“gimana tadi interogasinya say?”
“oh iya mas rupanya….”
“iya tadi aku nguping”
“tadi mas nguping to sshhh?” katanya sambil mendesah
“iya, makasih ya kamu muji saya”saya berkata sambil bibir saya mengecup lehernya.
“ah, saya kan cuma berkata apa ada nya sshhh geli mas” katanya sambil mendesah
“tapi kamukan ngasih positif ke ina”
“tapi kan memang begitu ahhh”
“kamu juga pinter Ineke, kamu itu cantik, seksi ,montok terus bikin mas puas lagi”

Tangan kananku yang berpindah dari payudarnya menggerayap di balik celananya yang sudah basah dan bibir saya dari leher ke kuping
“ah mas juga pintar puasin Ineke geli mass”
“Ineke, kalau kamu bicara sama ina, kamu laporan ke saya ya, tapi kalau cuma tentang masalah perbantuan nggak usah lapor”
“iya mas, emang kenapa sih mas nyari informasi tentang ina sih?”
“mas tertarik aja sama ina”
“mas juga mau tidurin ina ya?”, wajahnya penuh cemburu
“kok kamu tahu sih” kataku sambil meraba vaginanya kemudian wajahnya yang mendesah itu berubah menjadi cemberut”
“mas, aku nggak rela kalo mas tidur sama ina, emang mas udah bosan sama Ineke ya?
“nggak, mas nggak pernah bosan sama Ineke, kamu itukan cantik, seksi, liat deh susu kamu, mas lebih demen susu kamu yang besar dan montok. liat ina, susunya kan nggak kayak kamu punya, trus kan kamu punya tarian ‘maut’ tapi liat ina, mungkin goyang ngebor aja nggak bisa”
“terus kenapa?”
“mas cuma pengin sesuatu yang baru, biar mas punya semangat baru aja, nanti kalo mas tidur sama ina, kamu tetep mas kasih kok, namanya threesome”
“janji ya mas”
“mas janji deh”
“omong-omong trisam itu apa mas?”
“three some itu kita main sex 3 orang, bisa 1 laki-laki dengan 2 orang”
“tapi mas kan cuma punya satu burung, trus satunya lagi ngapain dong?”
“ya gantian dong Inekeku sayang”

kemudian saya mengeluarkan HP dari kantong saya menggunakan tangan kiri saya dan saya cari film porno dalam HP saya, sejak memori hp saya di upgrade 2GB, bertambah pula film porno saya sehingga rada kesulitan mencari film three some,tapi akhirnya ketemu juga dan langsung saya putarkan, ketika saya putar saya terdengar suara teriakan. kemudian saya panik dan langsung mengecilkan volume, untung semua sudah tidur, kalo ketahuan, Ineke bisa dipecat dan saya bisa dimarahi ortu saya.

“kayak begini lo Ineke”
kemudian dia melihat video tersebut. kelihatanya dia serius sekali melihat film yang saya berikan. film itu berdurasi 1.5 menit, karena sudah tidak ada lagi pembicaraan, saya lebih keras meremas payudaranya dan memijit clitnya
“mas, aku nggak bisa jilat memek kaya di film itu lo mas aduh ngilu mas(saking kerasnya saya meremas payudaranya)
“kemudian saya ruangi tekanan meremas payudaranya
“makanya kamu harus belajar, biar bisa kayak di film itu”
“tapi mas, saya kan nggak lesbi”
“nggak, mas nggak nyuruh kamu jadi lesbi, tapi kamu harus tau gimana cara mas andi muasin kamu, dan kamu harus praktekan ke ina, lagipula mas nggak suka cewek lesbi”
“Oooo gitu toh, mas, aku udah mau keluar nih argghh”
“ya udah, keluarin aja”

kemudian cairan kental itu akhirnya keluar juga akhirnya. kemudian tanganku yang yang sudah dipenuhi maninya saya cuci di di wastafel
“mas, makasih ya sudah nyenengin Ineke”
“mas juga seneng kok”
“mas, pak amad sudah tidur belum?”
“sudah, eh kamu Ineke, aku masih ngaceng nih, kamu tolong kocokin sama ngemut burung saya ini”
“iya mas”

kemudian saya duduk dikursi di ruang makan. kemudian Ineke mulai mengocok alat kejantanan saya. aduhh sungguh enaknya hidup punya pembantu kayak dia ini nggak nyesel dulu ibu saya membawanya dari desa dengan susah payah melewati jalan tidak beraspal, berbatu, penuh tanjakan ke pegunungan, bahkan sampai masuk ke sawah karena jalanya curam. kocokan mautnya memberi sensasi luar biasa. desahan-desahan lirih saya keluar begitu saja. mungkin sudah ratusan kata “ahhh”, “ohhh” , “yess” saya lontarakan. itu baru kocokannya apalagi emutannya. serasa saya tidak perlu jauh-jauh ke surga untuk mencari bidadari karena bidadari itu sedang jonkok dihadapan saya sambil menjilat dan mengemut penis saya.

“ahh Ineke kamu ahh pintar sekali ahh yess ohh” desahanku berulang ulang “sedot lebih keras lagi” dan tanganĀ  kecilnya memainkan burungku. emutan saktinya memang sungguh enak. giginya tidak pernah mengenai burungku karena dia adalah pengemut profesional. two thumbs up deh. kemudian beberapa menit kemudian akhirnya mani saya keluar dan Ineke langsung menelan maniku saking nikmatnya. kemudian saya langsung menaikan celanaku dan saya cium mulutnya itu.
“Ineke, saya bisa minta tolong nggak?”
“apa sih yang nggak saya lakukan mas?”
“saya minta tolong kamu diam-diam bawa tasnya si ina”
“saya usahain deh”

Kemudian sekitar lima menitan saya menunggu, kemudian Ineke kembali dengan membawa tas merah jinjing. kemudian kami berdua melihat isi tas ina. isinya softex, 3 bh CD, 2 bh dan 1 celana jeans dan 1 T-shirt lengan pendek. berarti dia benar-benar menyiapkan dengan benar. kemudian saya berpikir menghilangkan 1 buah bhnya dan 1 CD supaya dia tidak memakai bh dan CD di hari ke 2 & 3 agar mengerti bentuk payudaranya. kemudian saya mengambil BH putih berendanya dan saya suruh Ineke untuk kemudian kembali dan bh yang wangi tersebut saya sembunyikan di bawah springbed tempat tidurku dan langsung tidur.

kemudian paginya benar. Pada pagi hari setelah mandi saya mau memakai baju putih abu-abu saya untuk mempersiapkan sekolah. kemudian setelah mengancing baju ada ketukan pintu. kemudian saya suruh masuk dan kemudian Ineke dengan pakaian baju ungu longgar dengan celana pendek datang masuk ke kamarku.
“mas andi sesuai dengan perintahnya tadi malem saya mau ngelapor”
“mau ngelapor apaan”
“tadi sesudah ina mandi terus pas mau pake baju pas buka tas dia ngomong ke saya katanya bhnya sama CD ilang satu”
“terus dia ngomong apa”
“ni, kok perasaan kutangku ama CD kok ada yang ilang ya?”
“trus kamu bilang apa”
“trus saya bilang mungkin ketinggalan di tas tapi dia malah ngeyel udah ngecek sebelum berangkat”
“terus?”
“eh dia malah nuduh aku nyolong bhnya”
“trus saya marah sambil nunjukin susu saya sambil bilang ‘enak aja kalo ngomong, ngomong tuh ati-ati ya saya tuh gak pake bh dan CD kamu!, lagipula bh kecilmu dan CD kumalmu itu apa muat di susuku dan pinggangku. nih liat nih’trus ina minta maaf ke saya dan saya maafin”melihat dia yang terbawa emosi menyeritakan sampe memamerkan kan susunya otomatis membuat penis saya naik lagi. kemudian dia minta maaf karena terbawa emosi sehingga memamerkan payudaranya dan CDnya. kemudian saya melihat ke jam dinding
“wah, rupanya masih ada waktu lebar nih
“kemudian saya langung melepas handuk saya.
“Ineke, Ineke….. kamu ini bikin saya panas lagi,padahal kamu itu udah ngemut penis saya tadi malam. kamu bikin saya kesal”
“maaf mas, saya lupa”
“saya maafin kamu tapi….., kamu tahu kan?”
“iya mas”
kemudian dia mendekat padaku
“Ineke, sudah lama saya nggak rasa’in pantat kamu. mungkin perih tapi dengan ini saya maafin kamu”
“mas, kenapa nggak lewat depan aja?”
“udah kamu nurut aja, kamu mau dimaafin gak?”
“i..iya mas” katanya sedikit takut
“makanya kamu nurut aja, saya kan nggak pernah bikin kamu kecewa, masa enak mulu, tapi sekali ini aja rasain sakit sebentar nggak mau sih!”
“iya mas, saya nurut saja”

kemudian dia dalam kondisi pasrah dia menuju ke tempat tidur dan telungkup. kemudian saya berdiri diatasnya dan saya berkata,”bikin dirimu seenak mungkin, cuma 15 menit kok, tahan sakitnya”
“iya mas, yang penting mas senang”
kemudian saya mulai memasukan penis saya pertama dan kemudian berulang ulang. semakin lama semakin cepat, “ah,ah,ah,ah” desahanku ketika menyoblos pantat besarnya itu. kedua tangan saya memukul-mukul pantatnya “tas tos tas to” bunyi tanganku memukul pantatnya yang sudah memerah itu. dan saya mendengar suara rintihan kesakitan “auw-auw mas aw pelan mas” suaranya lirih. tetapi suara itu malah membuatku semakin bersemangat dan beberapa menit kemudian akhirnya saya mengeluarkan mani di pantat semoknya itu.
“sudah Ineke, aku sudah keluar sekarang berbaliklah”
kemudian dia berbalik. saya melihat mukanya hidungnya merah dan melihat matanya berlinangan. kemudian saya mencium kedua matanya
“sudah Ineke, jangan nangis lagi, sayakan jarang menikmati yang kayak begini, saya tidak rela melakukan kayak begini setiap hari. karena saya sayang kamu. saya mungkin cuma melakukan ini 1-2 kali setahun karena saya tidak suka menyiksa kamu. udah jangan nangis lagi”
“iya mas saya ngerti kok. Lagipula ini saya salah mas kenapa menyiksa mas dengan memamerkan tetek dan CD saya”
“udah-udah, sekarang kamu jilat penis saya biar bersih
“iya mas”
kemudian senyumnya mengembang lagi kemudian dia mulai membersihkan penis saya yang mengkerut itu sampai bersih. kemudian saya menggunakan CD dan celana saya. pada saat saya keluar rumah dan naik angkot saya merasa bersalah dan saya berpikir “nanti juga penisku turun sendiri, nggak usah nyiksa Ineke, ah mungkin kelewat nafsu aja kali
“kemudian saya sekolah seperti biasa. dan biasanya perempuan di sekolahku ingin menarik perhatianku. tetapi saya tidak tertarik. sejak saya biasa ngentot dengan pembantuku Ineke, sifat saya menggoda wanita berubah menjadi cuek, mungkin, karena jarang digoda lagi, dia malah jadi caper. ada yang ngedip mata, memberi senyuman. saya cuekin semua, tapi malah ada sebagian wanita anggap kecuekan saya itu keren. malah digila-gilai saya. setelah itu saya pulang. rupanya paman beserta keluarga termasuk ina ke pariwisata terkenal di tempatku dan kebetulan saya les di bimbel terkemuka sampai magrib.kemudian setelah itu saya langsung pulang. rupanya mereka sudah pulang semuanya. ina yang sudah mandi pada waktu itu kelihatan dia menggunakan T-shirt lengan pendek ketat dan rok terusan. tapi saya bingung. kok dia masih menggunakan BH dan CD?.
kemudian saya menemui Ineke.”Ineke, kok si ina masih pake BH dan CD sih, kamu pinjemin ya”
“nggak kok mas, mungkin dia pake BH dan CD bekas”
“kalo gitu, Ineke, kamu bikin dia melepaskan BH dan CD-nya, caranya gini, bilang aja kalo pake CD dan BH bekas bikin susumu nanti jamuran terus gatel-gatel dan nanti memek kamu gatel-gatel nanti jamuran susah diilangin”
“iya mas”
kemudian saya nguping lagi ucapan mereka
“ina, kamu pake CD ama BH bekas ya?”
“kok kamu tahu”saya takut Ineke tidak bisa membalasnya, tapi rupanya di pintar juga
“kan tadi pagi kamu ngomong sendiri ke saya, eh nanti jamuran lo”
“ah, yang bener kalo ngomong”
“iya betulan, temanku aja yang pake CD dan BH bekas terus susunya ada panunya sampe digaruk berdarah terus memeknya juga kalo kencing perih rasanya”
“yang bener”
“iya bener, kalo nggak percaya, besok palingan kamu juga ngrasain nasibnya sama dengan temanku”
“iya deh aku copot”

kemudian ina mencopot bajunya terlebih dahulu dan baru kedua pakaian dalamnya. sayangnya saya tidak memasang one way mirror seperti dikamar mandinya. kenapa tidak mengintip dari kamar mandi?, karena waktunya tidak pas. selalu telat. kemudian setelah itu kelihatannya dia mau keluar kasih susu anaknya pak amad.kemudian saya menyuruh Ineke untuk akrab dengannya sampai besok karena waktu-waktunya kemarin sangat padat dan saya juga lupa mengingat ini.saya menyuruh ini agar ina percaya dengan Ineke. kalau sudah ada kepercayaan maka membuat mudah untuk tidur dengannya. dan akhirnya kepercayaan itu tumbuh antara mereka karena mereka sudah mengobrol yang mendalam (seperti pacar). kemudian saya memanggil Ineke untuk melanjutkan rencana saya yang kedua.

“Ineke, sekarang kamu kasih minum,ini obat tidurnya biar bisa saya jamah karena pakaian dalamnya copot. jadi nanti tinggal saya buka roknya dan angkat bajunya. kemarin saya ingin melakukan tapi ina ini tidurnya lasak(suka bergerak). saya takut nanti ketahuan rencana saya. kemudian ketika membuat minuman, anaknya pak Ahmad menangis keras. kemudian ina yang ada di kamar pembantu langsung lari ke ruang keluarga. Anak itu menangis terus, dicek, popoknya tidak basah, kemudian ina ke dapur. Dia melihat kami dengan wajah bingung. mungkin karena tidak berani nanya saking malunya, dia langsung menggotong termos, botol susu dan toples susu bayi. kemudian saya melihat dia membuat susu di dekat keranjang bayi, kemudian dia memberikan susu itu tapi bayinya tidak mau. kemudian pak amad dan bu amad datang. mereka juga panik melihat bayinya menangis terus. kemudian ortu saya beserta ina pergi ke dokter anak. kemudian setelah sepulang dari dokter anak, diketahui lagi sakit, oleh karena itu mereka bertiga, pak dan bu amad serta ina mereka lembur. kalau begini, saya ga’ bisa trheesome yah gagal total, saya tidak berhasil menidurinya. Tapi, rupanya segala kekecewaan tersebut terganti pada esok harinya yang tidak kuduga.

Seusai pulang sekolah, dimana pak amad rupanya meninggalkan undangan ultah yang akan dirayakan satu minggu lagi. kemudian saya lihat ke kalendar. wah rupanya hari sabtu, tanggal merah lagi, rupanya ada hari besar nasional. kemudian saya bersorak gembira. Kemudian ketika ortu datang, mereka membaca undangan tersebut. dan saya yakin pasti aku juga diajak.
“Di, kamu mau ikut nggak ke rumah paman amad?”
“mau”
itu langsung keluar di mulutku dengan cepat dan saya beritahu Ineke, rupanya dia juga senang. Sebelum kami sekeluarga berangkat. Saya dan Ineke mengatur strategi menjebak ina. dan akhirnya setelah sepulang sekolah kami sekeluarga termasuk Ineke pergi menggunakan mobil. mobil yang kami gunakan adalah mobil MPV yang sanggup memuat 7 orang. ortu kami duduk di depan, saya dan adik saya duduk di tengah dan Ineke duduk dibelakang. baru beberapa kilo, adik saya langsung pelor dan dia tidur memanjang dan akhirnya saya migrasi ke belakang. pada saat dibelakang, tangan-tangan jail saya merayap ke badannya. alunan radio mampu menyamarkan desahan, desahan kecil Ineke, tapi saking konsentrasi ortu saya nyetir, mereka tidak tahu apa yang saya lakukan. saya menyuruh Ineke sejak awal untuk menggunakan rok selutut dan tidak menggunakan CD agar mudah merabanya dan menutupnya ketika kami berhenti di pom bensin. apabila tidak mendengarkan radio maka tidur, apa bila tidak tidur, maka tangan jail saya merayap lagi. saya suka mengelus pahanya yang mulus itu dan usil memasukan jari saya ke memeknya.terhitung Ineke sudah 8 kali mengalami orgasme karena saya raba vaginanya selama 12 jam perjalanan. dan setelah menunggu sekitar 12 jam, akhirnya kami sampai ke rumahnya.rumahnya besar sekali. bisa 300m2 rumahnya. sangat berbeda dengan rumah saya. rumah ini sudah berastitekstur modern. terhitung 3 mobil mewah berjajar di rumahnya.

Ketika kami sudah berada di depan rumahnya. Ina, gadis itu mendorong pagar tersebut. senyum saya mengambang melihat gadis itu. kemudian kami disambut oleh pak dan bu amad. kemudian saya mulai menjalankan propaganda saya. Karena Ineke dan ina sudah akrab, maka menjalankan propaganda yang saya lakukan. setelah malam hari, saya mulai menyuruh Ineke menjalankan propaganda tersebut. saya menyuruh Ineke berbicara intim dan saru untuk diperbincangakan. setelah bincang panas, Ineke melapor kepada saya, dia melaporkan yang dia bincangkan dan seperti ini:(basa-basi dulu)
“in, kamu udah punya pacar belum?”
“udah, tukang sayur di depan”
“kamu sama tukang sayur itu ngapain aja”
“rahasia dong”
“ayo dong kita kan sama-sama pembantu”
“kita ciuman mulut trus mas karno pernah juga megang susuku”
“gimana rasanya?”
“duh, mulutnya bau, abis itu dipegang sakit diteken keras-keras”
“hahaha emang enak, eh aku mo nanya nih. boleh nggak?”
“boleh, emang nanya apa?”
“kamu pernah begituan belum?”
“begituan?”
“sex, hubungan suami istri”
“belum, tapi pernah baca”
“baca?”
“iya, ceritanya begini, ketika saya sedang membersihkan perpustakaan saya liat pak amad serius baca novelnya, hampir setelah makan atau pulang kerja pak amad selalu baca novel ini. kemudian saya penasaran. setelah pak amad pergi kerja diam-diam saya baca novel ini, di depannya ada tulisan nick carternya kemudian saya baca di kamar saya. ketika saya membaca, entah kenapa tetek saya jadi tegang Ineke, terus puting saya jadi keras. kalo saya tarik ya mbak, rasanya enak banget mbak, tapi kenapa memek saya jadi basah mbak terus pengen pipis terus”
“itu namanya terangsang mbak”
“terangsang, apaan tuh?”
“wah susah neranginya in, pokoknya itu artinya kamu sudah siap untuk ditiduri”
“kok kamu tau sih, emang pernah ngalamin ya?”
“iya, bahkan sampai puncaknya malahan, rasanya enak banget mbak sumpah”
“wah kayak apaan sih?”
“kamu mau tau rasanya?”
“iya mbak, mau banget
“”kalo gitu, yuk kita bugil bareng-bareng!”
“nggak salah nih?”
“udah, tenang aja, kita kan sama perempuan, ngapain takut!”
“iyaya, yuk!”

Kemudian mereka bugil bersama, ina disuruh Ineke tidur. kemudian disuruh untuk menutup mata. Ineke mulai memegang payudara ina, kemudian Ineke memuntir-muntir payudara ina. ina kemudian menggelinjang-menggelinjang kegelian
“humph Ineke ahh geli kamu dapat ilmu dari mana sih?”
“dari mas andi”
“ha! kamu tidur sama mas andi!
“dia yang tidur langsung duduk
“iya, emang kenapa?”
“rasanya gimana?”
“aduh mas andi udah ganteng,gagah,berotot lagi wah jangan tanya deh!”
“emang kamu diapain aja sama mas andi?”
“wah, susah neranginya,pokoknya mas andi itu muasin aku banget in, yang gampang ya dipratekin”
“iya deh”
kemudian ina tidur kembali, Ineke meremas-remas payudara ina. kemudian diemut-umut payudara kanan
“hmph enak Ineke terus ahhhh”
kemudian payudara ina satunya lagi, Ineke mulai meraba raba vagina ina.
“dhuh geli Ineke”
kemudian Ineke mulai mencari klitoris memek ina.
“ahh Ineke terus Ineke ahh”
ina menggelinjang keenakan. kemudian beberapa menit kemudian mani keluar dari vaginanya “crot…crot” vaginanya basah karena maninya
“gimana ina enak kan?”
“iya enak besok-besok banget lagi dong…..”
“nggak ah males”
“kok males, padahal tadi saya keluar pertama kali loo, saya kan moo lagi…..plis”
“nggak, jangan sama saya!, saya tadi cuma mengenalkan”
“plis, padahal tadi enak banget lo ni”
“jangan minta sama saya tapi minta…..”
“sama siapa’
“sama majikan saya, mas andi”
“saya malu mbak sama dia, diakan ganteng,gagah, dia apa mau sama saya”
“ya saya usaha’in ya malem-malem besok”
“tapi Ineke…..”
“alah nggak ada tapi-tapian, dia juga yang ngenalin aku ini kok”

kemudian Ineke keluar dari kamar pembantu itu dan melapor pada saya. dan saya sudah siap bertempur dengan 2 orang sekaligus. besoknya saya dan keluarga kami merayakan pesta ulang tahun di restorannya. ah, malasnya acara kayak begini. kemudian saya meliat ina yang berada pojok sana. dan saya mendekatinya.
“in, katanya Ineke kamu mau tau rasanya sex itu ya…..?”
“i…iya mas. nggak boleh ya mas”, katanya.
wah dia tidak menghindariku. ini adalah kesempatan emas
“boleh kok, saya malah merasa senang”
“yang bener mas”
“iya, saya seneng banget”
“makasih ya mass”
“nanti malem ya, kamu pake yang bagus ya”

Akhirnya kami pulang sore hari. hari itu hari yang melelahkan. kedua orang tua saya dan adikku sangat semangat mengikuti acara ini, saya yakin energinya betul-betul terkuras. begitu juga dengan pak amad dan ibu amad yang sangat terkuras karena jadi panitianya. padahal masih jam 19.30 tapi semua pada bobo. ini kesempatan saya. kemudian saya mengambil obat kuat terkenal dan meminum 2 tablet sekaligus. wah rasanya minum ini saya jadi fire. kemudian saya mantapkan kakiku ke kamar pembantu. kemudian saya mengetok pintu di depan. kemudian ina keluar dengan daster pendek bewarna merah muda. tentu Ineke sudah saya suruh keluar dan saya suruh mengintip dari celah pintu yang memang saya sengaja tidak menutupnya sampai full supaya Ineke mengintip.
“kamu cantik deh ina”
“ah mas bisa aja”
kemudian saya langsung melumat bibir merahnya, cukup lama, saya yakin dia sangat menikmatinya. kemudian saya mengigit kecil kupingnya dan membuang napas di luBang kupingnya
“Hmph mas geli” ucapnya.
kemudian saya turun ke lehernya. ahhhh wangi parfumnya membuat saya jadi tambah horny. saya jilat lehernya dan gigit kecil sampai tanda merah di lehernya. dia mendesah kegelian “mas geli mas jangan mass”. tapi kata itu membuat saya bersemangat. kemudian dari lehernya saya turun ke pundak kanannya yang mulus saya gigit-gigit kecil pundaknya dan tali dasternya sama tali bra-nya saya gigit sampai turun kebawah dan tangan kiri saya memijat mijat kecil pundaknya dan mulai menurunkan tali daster dan BHnya. kemudian saya turunkan sedikit demi sedikit bajunya dan akhirnya kedua payudaranya yang belum matang tapi proporsiornal dengan kemolekan tubuhnya yang sintal itu. kemudian sekejap dia langsung menutup kedua gunungnya yang padat itu
“lo kok ditutup sih in?”
“malu mas”
“kok malu, susumu kan bagus”
“malu mas susu saya diliatin mas, ini pertama kali susu saya diliat sama laki-laki”
“udah ina, nggak usah malu-malu, lagipula kan cuma saya yang ngeliat”
kata bohong itu keluar begitu saja dari mulut saya. padahal Ineke yang ngintip celah itu rupanya sudah panas.kemudian saya cium lagi mulutnya yang merekah itu dan kedua tangan saya meremas-remas payudaranya. Kedua tangan saya saya pusatkan ke putingnya. saya puntir puntir kedua putingnya. kemudian putingnya saya cubit dan saya putar-putar toketnya saya. kepala saya saya taruh di tengah payudaranya kemudian saya suruh ina untuk memegang payudaranya dan kepala saya dijepit oleh payudaranya. ohhh enaknya seperti kepala saya dipijat-pijat.
kemudian mulai kepala saya menekan payudara kirinya dan saya mulai menjilat payudaranya. saya memasukan seluruh payudaranya ke mulut saya. “dhuh mas ngilu mas” katanya. kemudian saya emut dan gigit-gigit kecil puting kanan kerasnya. “mas enak mas ahhh geli mas achhh” desahanya dan sebaliknya. saya membuka celananya. terlihat sebuah CD biru muda yang berenda sudah basah dan sepasang paha putih yang kontras. kemudian saya lepaskan CDnya. rupanya tidak ada perlawanan sama sekali. Tampaklah sebuah tempik yang sudah berlendir dengan jembut lebat. rupanya dia tidak pernah mencukurinya. kemudian saya raba dan hidungku saya gesekan di celah vaginaya yang pink itu.

“mas enak mas udah masukin aja ahhh udah enggak tahan mass” katanya yang sudah penuh nafsu. tetapi tentu saja tidak saya langsung masukan dengan penis saya. saya masih ingin membuatnya orgasme dulu agar vaginanya basah. kemudian, saya membuat bibir saya menjadi “O” dan mulai menyedot vaginanya. tidak lupa lidah saya juga menjulur mencari itilnya. “mas enak mass ach mas ouw…..”desahannya berulang ulang tak tahan menerima kenikmatan yang dialaminya. kemudian setelah beberapa menit kemudian,
“mas mau pipis nih…”
“udah keluarin aja”
“tapi masak saya keluar di mulut mas?”
“udh nggak papa”
keliatan dia menahan orgasmenya karena dia tidak mau mengeluarkan maninya di depan muka saya. saya jadi makin bersemangat, saya semakin menguatkan kekuatan sedotanku. semakin tidak kuat dia menahan dan akhirnya setelah bergelut dengan vaginanya akhirnya dia keluar juga, maninya sangat kental, lebih kental dari susu kental manis. tapi entah kenapa dia malah mengelap mukaku dengan BH-nya.
“maaf mas saya pipis di muka mas”, katanya sambil mengelapku
“ah nggak papa, ini namanya orgasme”
“Oooo”
“ina, kamu udah siap belum?”
“siap ngapain mas?”
“udah siap mas masukin burung mas ke memek ina”
“ina siap aja kalo mas mau”, katanya sambil malu-malu
“tapi, nanti ini rada perih, kamu tahan ya…”
“iya mas….”
“ina, tolong kamu copot baju saya”

Kemudian dia grogi ketika mencopot baju saya dan paling grogi pas membuka celana jeans saya. ketika dia menyentuh kancing celana saya. dia diam sejenak. saya memegang kedua tanganya dan menuntunya dia membuka kancingku. mukanya merah menyala. begitu juga membuka resliting celanaku. dan dia menyenggol kontolku. rupanya dia tambah grogi. kemudian celana jeans saya akhirnya copot juga. dan tertampanglah saya dengan CD putih yang terkenal “anti nyelip” dengan bulu yang lebat di paha dan betisku. tangannya yang masih saya pegang saya gesekan dengan burung saya yang sudah “njendol” di dalam kolor yang minta jatah. pada awalnya, dia menggunakan punggung tangannya karena masih malu. tapi lama kelamaan, dia mulai berani berani mengelus penisku. dan ketika tanganku melepasnya, dia mulai berani mengelus-elus penis ku. kemudian saya suruh melepaskan kolorku. dia mulai berani melepaskan kolor ku. terlihat dia takjub meliat burungku. setelah itu saya suruh jongkok.

“in, kamu tolong kocokin dan emut burung saya ya”
“caranya gimana mas?”
“dengan cara kamu pegang burung saya terus kamu urut ke depan kebelakang?”
“kalo ngemutnya gimana mas?”
“caranya kamu masukan burungku ke mulutmu, tapi jangan kena gigi, kayak ngemut permen lolipop”
kemudian dia mulai memasukkan kontolku ke mulutnya, dia rupanya tidak pandai mengocok dan mengemut penisku, sesekali dia mengenai giginya yang membuat rada sakit dan kocokanya juga tidak teratur seperti pertama kali Ineke mengocok burungku. mungkin karena Ineke sering menyuci dan memeras baju tidak seperti ina yang sudah terbiasa dengan mesin cuci di rumah ini. tetapi rasa itu tertutupi oleh nikmatnya emutan ina yang sensual. “ah enak ina terus ahh yess” desahanku. setelah berselang beberapa menit kemudian saya akhirnya mengeluarkan mani juga. penis saya tidak mengkerut karena pengaruh obat kuat yang saya minum. tidak seperti Ineke, dia langsung ngacir ketika saya mengeluarkan mani di mulutnya. dia langsung batuk-batuk dan kemudian saya membantu mengelapnya dengan BHnya. terlihat nomor bhnya 34B.
“mas, kok udah keluar nggak bilang-bilang sih?”
“maaf mas lupa, sini saya bersihin”
kemudian saya membersihkan mukanya yang tercecer oleh maniku, kemudian saya langsung menciumnya dan menyuruhnya untuk berbaring.
“in, mas masukin ya, ditahan perihnya, nanti juga hilang. kemudian saya langsung memasukan penis saya ke liang ina dengan posisi misonnaris, ah, susahnya, sangat kecil lubangnya, mungkin sebesar kelingking. saya perlahan lahan maju mundur dan disetiap masukan saya tambah 0.5 cm supaya tidak perih, dan akhirnya saya berhasil menyentuh selaput dara perawannya.
“in, tahan ya, abis ini enak saja yang kau dapat”, ucapan ini saya berikan kepada ina yang hidungnya sudah memerah. kemudian saya menekan dengan keras.
“ahhhh” ina teriak kecil yang untuk tidak membuat orang tidak bangun. kemudian saya mulai mengenjot Ina dalam tempo cepat,maju..mundur..maju..mundur, ini yang saya lakukan, yang tadinya ina menahan sakit sekarang dia mulai mendesis keenakan
“ah mas enak mas ohhh” desisnya yang membuat pemainan kami semakin cepat. susah loo cari orang kayak begini, yang vaginanya rapet sekali. kontolku betul dipijat oleh vaginanya, “awesome!”, tanpa sadar mulut saya keluar seperti ini dan ina akhirnya ingin di klimaks,
“mas andi, aku mau keluar ya”
“udah keluarin aja”
memang senam kegel mampu membuatku bertahan lama, obat kuat ini hanya berfungsi untuk membuat saya ngaceng meskipun mani saya keluar, tapi kalau masalah tahan lama itu karena latihan kegel saya alami. kemudian ina keluar dan setelah beberapa menit setelah keluar maninya ina saya pun keluar. “croot-croot” mani hangat saya telah bergabung dengan mani plus darah keperawanan pembantu telah bergabung di vaginanya. kemudian kami melakukan french kiss kami saling membersihkan mani yang tercecer di burung saya (masih ngaceng) dan vaginanya menggunakan branya. saya melihat dia kelelahan padahal saya masih fit 100%, kemudian saya dengan cepat membuka pintu. alangkah kagetnya saya dan ina melihat Ineke yang menurunkan rok dan CDnya dan memasukan ujung botol kecap kosong ke vaginanya dan terlihat putingnya menyembul di balik baju longgarnya, terlihat botol kecap itu sudah terisi 1/4 cairan maninya.

“Ineke, ngapain kamu onani pake botol kecap?, kamu juga mau ya?”
“abis kelamaan nunggu mas sih”
kemudian Ineke langsung melepas baju dan roknya dengan sigap dan ia langsung mencium mulutku dengan ganas(mungkin sudah high voltage) dan setelah itu saya menyuruh Ineke untuk berbentuk seperti ngentot dan menjilat tempiknya ina. kemudian semua itu terjadi. saya yang sedang doggy style dan Ineke juga melakukan cunninglus dengan ina, kami bertiga bisa dibilang simbiosis mutualisme, dimana saling menguntungkan. kami bertiga berdesah “aahhh ouw yess achhh” selama kami ber threesome dan yang desahanya paling keras yaitu si ina, ia sangat menikmati suguhan yang diberi kan Ineke, dan yang pertama kali mencapai klimaks rupanya si ina,dia langsung mengeluarkan cairan di mulut Ineke, dan Ineke langsung menelannya begitu saja. Kemudian ina yang yang sudah mencapai klimaks saya suruh untuk meremas dan mengemut payudara Ineke. Ina langsung memegang payudara Ineke dan meremasnya, serta dia ngemut payudaranya Ineke.
Ineke yang mendapatkan kenikmatan sekaligus itu akhirnya meraung keenakan. desahannya yang lirih itu bertambah keras.
“terus mas akhhh enak in lebih kencang ahhh mas lebih cepat ahhhh”.

kemudian beberapa menit kemudian akhirnya Ineke klimaks juga, dia mengeluarkan cairan sangat banyak sampai berjatuhan di kasur. tapi saya masih menahan klimaks. Ineke yang saat itu kelelahan berat masih saya genjot. “mas akh udah capek mas akh jangan dilanjutin akh akh” kalau tidak salah, sampai 7 menitan saya masih genjot Ineke yang capek berat, malahan dia klimaks untuk kedua kalinya. kemudian saya akhirnya klimaks juga, “croot…..” mani itu keluar sangat banyak dibandingkan klimaks-klimaks sebelumnya. dan saya juga kelelahan berat. setelah itu saya menyuruh ina untuk berbalik badan dan saya ingin melakukan anal sex, tapi untuk menyamarkan sakitnya saya suruh Ineke untuk memainkan vagina ina. kemudian saya mulai menyoblos pantat ina. aduh enaknya pantatnya lebih besar dari Ineke dan lubang duburnya lebih kecil. ah enak, sudah puluhan maju mundur, dan sesekali penis saya saya biarkan di dalam pantat ina, saya tekan untuk menjepit penis saya. ohh asyiknya maknyuss rasanya. tetapi yang saya dengar dari mulut ina bukannya rintihan kesakitan tapi desahan karena rasa perih nya ditutupi oleh kenikmatan lidah Ineke.

sampai beberapa menit kemudian saya mencapai tahap klimaks juga. crut crut crut maniku keluar dari penisku di dalam pantatnya. ketika kutanya “in, kamu sakit nggak?”, kemudian jawabnya,”perih tapi enak mas” .tapi masalahnya penis saya masih ngaceng (saran buat pembaca, makanya minum obat kuat sesuai sengan dosis berlaku, saya melakukan ini karena kalo ceweknya dua minumnya dobel, eh, malah jadi begini). kemudian saya meminta Ineke dan ina untuk oral bersama. kemudian mereka berdua jongkok di hadapan saya dan mulai mengemut penis saya. aduh enaknya diemut kanan dan kiri, lebih merata. dan untuk kali ini, kedua buah zakarku dimainkan oleh mereka berdua. saya senang mereka berdua menghisap kontolku ini. mereka berdua terlihat seperti haus sex dimana mereka tidak ngesex denganku 3 tahun lebih. mereka seperti berebutan kontol. aduh enaknya sampai aku menggelinjang dan beberapa menit kemudian akhirnya saya orgasme juga. dan mani itu terbang seperti air mancur dan mengenai rambut dan anggota tubuh dua orang tersebut. tapi, belum mengkeret juga burungku akhirnya saya menyuruh lagi kedua orang tersebut dan saya suruh menjepit penis dengan payudara mereka. mau tau rasanya dijepit 4 payudaranya?. wah, uenak tenan rek!. rasanya 2 kali lipat dibandingkan dijepit 2 payudara. “ah enak sekarang kalian berdua jepit sambil digoyangin ke atas dan kebawah. waduh. tambah enak. desahanku menjadi-jadi “ahhhh….. uhhhhh….. terus lebih kencang”.

Dan beberapa menit kemudian akhirnya ngencret juga. tapi cairan yang keluar sangat sedikit (mungkin sudah habis) begitu pula dengan penisku sudah mengekret yang artinya efek obat itu habis. setelah itu kami bertiga kelelahan berat. kemudian saya meminta untuk kepala saya untuk dijepit oleh payudara montok mereka. ohh nikmatnya untuk mengurangi kelelahan. dan kemudian saya mencium mereka berdua. karena kelelahan kami bertiga memutuskan untuk tidur dan kami berpakaian yang terkena mani kita bertiga. kemudian Ineke dan ina membereskan kamar tidur yang penuh mani tersebut. baru melangkah 10 langkah, burung saya ngaceng lagi yang entah sperma masih ada atau tidak karena ada ide busuk yang bersarang di otak saya. kemudian saya balik ke tempat pembantu lagi.
“loh, kok mas andi balik lagi?”, tanya Ineke
“Ineke, ina, gimana kalo kita mandi bareng?”
“yang bener dong?” kata ina
“iya, kan kita ini penuh mani, bagaimana kalo kita bersih-bersih dulu, nanti kalo kering bener susah lo ngebersihinya”
“ya udah yuk”

kemudian mereka membawa peralatan mandi mereka dan mereka berdua bersama saya diam-diam ke kamar saya. setiap kamar tidur di sini ada kamar mandinya sendiri. kemudian kita bertiga masuk ke kamar mandi. ketika mereka berdua ingin melepas pakaian mereka saya larang.
“loh mas, katanya mandi, kok nggak boleh copot baju?”, tanya Ineke
“buka bajunya nanti aja, kita main basah-basahan dulu”
kemudian saya mengambil selang shower dan kusetel air hangat saya siram mereka berdua. kemudian mereka lari-lari kecil kegirangan saat saya siram. terlihat puting Ineke dan ina dibalik baju setelah saya siram air, kami berdua bermain seperti anak kecil, kemudian mereka berdua mengambil gayung dan mengambil air di kran dan menyiramkan air ke saya . saya juga keliatan burung saya menyembul di balik celana basah. kemudian kami bertiga melepaskan pakaian kami dan memutar-mutarkan pakaian basah terebut. kemudian kami saling menyabuni satu sama dengan lain. terhitung di acara menyabuni mereka berdua mengalami klimaks. saya dan ina yang penuh busa menyabuni Ineke. saya menyabuni kedua toket gedenya sedangkan ina menggosok vaginanya dan tentu saja Ineke menggelinjang keenakan “esss ahh ohhh” sampai akhirnya klimaks. begitu pula juga ina. kali ini saya yang mengurusi vaginanya sedangkan toketnya saya serahkan ke Ineke. khusus ina, dia keluarnya cepat sekali. kalau saya?, tidak, saya belakangan saja. dan kami juga membilas bersama. setelah itu kami sikat gigi bersama dan saya minta minta Ineke dan ina yang mulutnya penuh busa saya suruh untuk sikat gigi menggunakan penis saya. dan mereka berdua langung menuruti apa yang saya katakan. mereka memijat-mijat penisku ini dengan teratur, abis itu, ada dingin-dinginnya lagi karena pake mint odolnya. ini tidak berlangsung lama. setelah mencapai klimaks, penisku langsung mengkerut, tapi hanya setetes mani yang keluar dari penis ku ini, encer lagi. ini menandakan udah betul-betul empty nih penisku.

setelah itu kami saling mengeringkan badan bersama-sama. kita berpakaian dan mereka kembali ke kamarnya. sebelum ke kamarnya, ina saya cegat.
“in, kamu seneng gak hari ini”
“seneng banget mas”
“nanti, kalo mas ke sini, kita main lagi yuk!”
“iya mas, pasti saya kangen sama mas”
setelah itu kami berciuman dan langsung tidur. pagi harinya saya kembali ke kota saya dan sebelum saya pulang saya berpesan agar dia selalu minum jamu rapet, memakai body lotion, dan merawat payudaranya agar tidak turun.kemudian kami langsung berangkat ke kota saya dengan naik mobil dan tentunya tangan saya merayap lagi. Sejak itu jika saya berkunjung kerumah Pak Amad atau sebaliknya, kami sering bersenggama. tapi sejak itu, jika kami ke rumah pak amad, kami jarang membawa Ineke sehingga tidak bisa ber-threesome tetapi jika pak amad sekeluarga ke rumah kami, pak amad selalu membawa ina dan kami ber threesome berkali-kali, tetapi keluarga pak amad jarang sekali ke rumah kami, tapi setidaknya saya sudah berhasil merenggut keperawanan pembantu tersebut. ( baca juga : Cerita Mesum Pembantu Bahenol Bikin Crot )

nah demikianlah kisah seksku paling mengesankan yang aku alami sekarang. gimana ceritanya? serukan?.hehee. thanks buat situs critasex.com yang udah memuat artikel pengalamanku ini. TAMAT

Kumpulan Cerita Seks, Cerita Dewasa, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Cerita Pemerkosaan, Cerita Bokep ABG, Cerita Panas Hot, Cerita Lesby, Cerita Gay, Cerita Selingkuh Terbaru. foto cewek bugil, abg bugil, ngentot memek janda, tante girang nakal, gadis perawan bispak