Kumpulan Cerita Seks, Cerita Dewasa, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Cerita Pemerkosaan, Cerita Bokep ABG, Cerita Panas Hot, Cerita Lesby, Cerita Gay, Cerita Selingkuh Terbaru.
Download Now Download Foto dan Video Bokep XXX Terbaru 2016 !!!

Pengalaman Ngentot di Hari Raya Lebaran

Cerita sex terbaru – setelah sebelumnya ada kisah Gadis Baik baik Ternyata Horny di Warnet, kini ada cerita seks bergambar Pengalaman Ngentot di Hari Raya Lebaran. selamat membaca dan menikmati sajian seru khusus dewasa 18 tahun keatas.

Hari lebaran memang hari yang istimewa, hari kemenangan yang patut dirayakan terutama bagi mereka yang jauh di tanah rantau seperti diriku ini. Momen itu semakin berarti karena aku sudah hampir selama 6 tahun tidak pernah pulang kerumah atau memberikan kabar berita, praktis hari itu adalah ajang reuni keluarga.

Pengalaman Ngentot di Hari Raya Lebaran

Pengalaman Ngentot di Hari Raya Lebaran

Sejak lulus SMA aku nekad merantau ke Pulau Dewata dengan sebuah janji kepada diri sendiri bahwa aku tidak akan pernah pulang sebelum aku sukses. Bagi orang yang kurang berada seperti aku, kesuksesan adalah sebuah mission imposible terlebih aku hanyalah lulusan SMA sehingga berbagai carapun aku coba tanpa memperdulikan kata orang. Awalnya aku bekerja seadanya, freelance dan asal-asalan, namun memasuki tahun ketiga semuanya berubah seiring perkenalanku dengan seorang turis wanita asal Jepang. Singkat kata aku menerima tawaranya untuk menjadi suami keduanya sehingga berhak atas pengelolaan sebuah hotel dan spa yang dimilikinya.
Tepat H-3 pada Lebaran tahun 2014 kemarin, akhirnya untuk yang pertama kalinya aku merasakan bagaimana riuhnya jalanan saat mudik. Dengan membawa Pajero Sport kebanggaanku akhirnya aku sampai di kampungku tepat bersamaan dengan terbitnya fajar. Isak tangis kebahagiaan ibuku terdengar begitu keras hingga akhirnya membangunkan kakakku beserta isterinya yang sejatinya masih terlelap tidur. Ternyata semua sudah sangat berubah, terutama Mas Irwan yang kini sudah beristri dan mempunyai seorang anak.

Untuk merayakan itu, sorenya ibuku langsung mengadakan tasyakuran dengan mengundang seluruh ibu-ibu pengajian dan membagikan bingkisan yang memang sejak kemarin memenuhi mobilku. Ternyata banyak pendatang baru di lingkunganku, para ibu-ibu muda yang yang cantik, seksi dan anggun walau terbalut busana muslim yang serba tertutup. Dan yang paling menyita perhatianku adalah Fitri yang tidak lain adalah kakak iparku, tubuhnya yang setinggi hampir 170an membuatnya terlihat bagaikan bintang model dengan kecantikan alami dan bentuk tubuh yang aduhai hingga membuatku merasakan ‘cinta pada pandangan pertama’ untuk yang kedua kalinya seumur hidupku. Tak jarang pandanganku beradu dengan tatapan malu-malunya, karena aku memang tidak bisa menyembunyikan ketertarikanku padanya. BHnya yang berukuran 35an membuatnya semakin enak dipandang, dibayangkan dan mungkin juga enak untuk dinikmati.
Oya namaku Rio, umur 26tahun, tinggi 176, berat 70kg, kulit sawo matang, badan tegap atletis dan bodi yang menawan karena memang itulah modal kesuksesanku menaklukan hati isteriku. Satu yang paling special adalah ukuran kontolku yang memang sudah aku permak disana sini, dengan ukuran panjang 23cm, diameter 4.3, berurat kasar khas kontol hunter dan tertanam 3 butir mutiara dibagian bawahnya membuat setiap memek yang aku entot ketagihan.

Kembali ke cerita, entah mengapa aku tidak dapat menahan rasa ‘cinta lokasi’ kepada Mbak Fitri padahal sebelumnya aku tidak pernah sekalipun tertarik dengan para tamu hotel yang hampir selalu berpakaian mini, seksi dan terbuka. Aneh memang, mungkin otakku sudah terbalik, mengagumi wanita berpakaian tertutup, berhijab dan menyukai orang yang tidak seharusnya. Hatiku berdebar semakin hebat saat tanpa sengaja Mbak Fitri menabrak aku ketika sedang buru-buru menyiapkan takjil buka bersama untuk para undangan ibuku. Aroma tubuhnya tercium seketika, merasuk jauh ke lubuk dan membuatku seperti mabuk. Aku terpana dan aku terpesona oleh semua yang ada pada dirinya, aku benar-benar dibuatnya jatuh dalam cinta yang tak seharusnya.
Kesempatan datang saat malam takbiran, ketika itu aku mengajak semua untuk berjalan-jalan melihat keramaian kota yang dipenuhi takbir keliling. Namun karena Mas Irwan mengurusi zakat di masjid, maka hanya isteri dan anaknya yang menemani ibuku. Karena jarak yang lumayan jauh, tidak kusangka Ibu dan keponakanku yang ada dipangkuanya sudah terlelap tidur. Saat kubangunkan Ibuku justru memilih untuk menjaga cucunya di dalam mobil dan menyerahkan model pilihan bajunya kepada Mbak Mawar. Meski kecewa karena tidak dapat memanjakan Ibu untuk berbelanja, namun disaat bersamaan aku bahagia bisa berduaan dengan Mbak Mawar. Entah Ge-eR atau memang kami merasakan hal yang sama, kulihat Mbak Mawar sangat antusias, tak henti-hentinya dia tersenyum lepas dan bersemangat memilah serta memilih baju ditengah kerumunan orang yang berjubel di toko.
Diluar dugaan, ternyata cashier toko itu adalah teman SMP sekaligus sainganya sehingga ajang itu dipakai Mbak Mawar sebagai ajang pamer. Dengan menginjak kaki dia memberi kode agar aku kooperatif dan mengikuti sandiwaranya.

Entah apa yang dipikirkannya, yang jelas dia memperkenalkan aku sebagai suaminya dan memamerkan ketampananku sebagai pembanding pacar yang telah direbutnya dulu. Benar-benar kesempatan dan kesempitan, hal itu aku manfaatkan untuk merasakan hangat tubuh Mbak Mawar dengan pelukan.
“pakai uang aku aja Mah! Kataku sambil menyerahkan dompet kepada Mbak Mawar
Saat dia membayar dan memamerkan isi dompetku itulah aku melingkarkan tanganku ke pinggangnya dengan pelukan erat sambil berimprofisasi memamerkan kemesraan mengelus perutnya yang hangat. Oooohhh…nikmatnya, gumamku dalam hati saat berhasil memanfaatkan keadaan yang berdesakan dengan menggesek dan menekan kontolku yang sudah menegang di dalam celana ke pantatnya yang hangat. Puas berduet pamer kamipun keluar toko dengan wajah penuh kepuasan, aku puas melampiaskan kenakalan tanganku dan Mbak Mawar puas membalas kekalahanya di masa lalu. Tak ingin kehilangan momen, aku mengajak Mbak Mawar untuk mampir ke kafe yang berada tak jauh dari toko itu.
“oya, Maaf ya Mbak…mungkin tadi aku terlalu over acting! Kataku
‘tidak apa-apa Dik, aku justru yang harus berterimakasih…katanya belum selesai
“waaah…beneran nih tidak apa-apa?? tanyaku sambil nyelonong menggenggam tanganya
“jadi…aku boleh meluk Mbak lagi? Sambungku kemudian
Keberanianku memanfaatkan kesempatan berbuah manis, Mbak Mawar tiba-tiba terpaku dengan wajah memerah malu, menunduk dan menghela nafas panjang. Bagiku yang terpenting saat itu dia tidak marah atau menjawab pertanyaanku dengan penolakan. Dengan sendirinya ‘tidak menolak’ akan berubah menjadi ‘ iya’ dan sesuai pengalamanku maka itulah yang akan terjadi.

“kok diam Mbak…mau pesan apa? tanyaku sambil meremas tanganya
‘mmmm…juice alpukat aja Dik, sama…roti bakar! Jawabnya gagap karena gugup
Akupun menuju meja resepsionis dan membawa sendiri menu pesananku yang mana di dalamnya telah aku berikan obat perangsang. Beruntung bekal kecilku “serbuk obat perangsang’ yang selalu standby di dalam dompet tidak terjatuh saat pembayaran di toko. Masih ada waktu, gumamku dalam hati sambil melihat jarum jam yang menunjuk angka 20:40 WIB. Seperti biasanya, obat itu akan bereaksi sepuluh menit kemudian yang berarti aku harus mengulur waktu selama itu dengan berbincang ringan agar dia betah dan tidak buru-buru balik ke mobil.
“ini Mbak pesananya, selamat menikmati! Kataku bergaya seperti seorang pelayan baginya
“mau pesan apa lagi Mbak…tanyaku sambil tersenyum
‘bisa aja kamu Dik! Jawabnya sambil tertawa nyengir

Semua berjalan sukses, obrolan dan gaya bercandaku membuatnya cukup nyaman sehingga sepuluh menit yang kunantikan berlalu dengan cepatnya. Aku melanjutkan aksiku dengan memuji keberuntungan Mas Irwan mendapatkan dirinya, aku memuja kecantikanya dan tak lupa aku berandai-andai jika aku yang mengenalnya lebih dulu mungkin mala itu akan berbeda serta lebih indah pastinya. Diluar dugaan dia merespon baik ucapanku dan tidak keberatan saat aku mengajaknya pindah duduk ke sofa yang berada di pojok kafe. Sofa yang kelihatanya baru dipakai untuk ajang mesum sepasang ABG yang baru keluar dari kafe. Tujuan sama yang ingin aku lakukan terhadap Mbak Mawar karena letaknya yang berada jauh dibelakang sehingga tidak terlalu terjangkau temaram sinaran lampu.
“romantic ya Mbak? Pasti sering beginian ya dengan Mas Irwan? Tanyaku
‘mmm…boro-boro romantic, ngobrol berdua gini aja gak pernah Dik! Jawabnya

Sepintas aku melihat wajahnya sedikit berkeringat pertanda obat itu sudah mengambil sebagian akal sehatnya dan mengisi otaknya dengan kemesuman. Akupun mengambil tisu dan mengusap keringat yang ada di keningnya hal itu aku lakukan untuk mengetes reaksinya, karena tujuanku sebenarnya adalah untuk mendekatkan diri sedekat mungkin untuk menciptakan debar-debar cinta di hatinya. Tak lupa aku menghembuskan nafas panjangku ke wajahnya, terutama bibirnya yang tipis dan menggemaskan. Responya cukup alamiah, Mbak Mawar memejamkan mata menjawab perlakuan mesra yang aku berikan. Itu sudah cukup bagiku, tanpa perlu diterjemahkan dengan kamus atau google translate, hal itu aku artikan sebagai bentuk takluk bahwa dia telah menyerah oleh gairah.
EMMUUUAAAACHHH,… sebuah kecupan mesra dan lumatan kecil aku daratkan ke bibirnya yang merekah ranum. Sejurus kemudian aku melanjutkan aksiku dengan memanjakan tanganku, melingkarkan tanganku ke pinggangnya dan meraih toketnya yang menggantung kenyal. Uuuuhhhh, ternyata dia sudah sangat terangsang hal itu aku rasakan dari bentuk dan kekerasan toketnya yang sudah cukup hebat. SSSTTTTT…AAH… desahan ringan Mbak Mawar membuatku semakin bersemangat bergerilnya di tubuh seksinya dan akibatnya akupun lupa daratan, seakan-akan aku melayang ke awang penuh rangsang.
‘maaf Om, ini kafe bukan untuk ajang mesum…kata seorang karyawati kafe
‘jika ingin bermesraan, lebih baik ke penginapan sebelah saja…itu lebih sopan! Lanjutnya
SIALAAN!!! Umpatku dalam hati menyembunyikan malu dan segera membayar apa yang telah aku pesan dengan beberapa lembaran seratus ribuan sekaligus sebagai uang tip karena dia telah menunjukan tempat aman ‘penginapan’ untuk aku bermesraan. Beruntung Mbak Mawar sudah dipenuhi nafsu, sehingga rasa malu itu cepat berlalu dan tidak sempat membuatnya tersadar telah jatuh dalam jerat bejatku. Beruntung masih ada sisa satu kamar untuk aku. Hehehehehe.

Begitu masuk kedalam kamar, aku langsung memapah tubuh penuh gairah Mbak Mawar dan menaruhnya diatas singgasana kasur. Dengan alasan memberikan sebuah rasa baru langsung menarik paksa kancing bajunya hingga terkoyak dan membuat kancing bajunya berterbangan kesegala arah. Begitu juga denganku yang langsung memelorotkan celana dan bajuku hingga hanya menyisakan CD putih di selangkanganku. Entah karena pengaruh obat atau memang berbakat maksiat, Mbak Mawar tidak memprotes perlakuan kasarku. Dengan tidak lah kasar dia menarik BH dan CDnya hing sobek dan terlepas dari tubuh mulusnya.
Emuah…emuah…emuah…emuah… ciuman bibir yang bertubi dan melumat penuh nikmat meresmikan hari jadi perselingkuhan kami. Kami berguling ke kanan dan kiri, bergantian saling menindih menggeliat penuh nikmat seakan-akan darah kami sudah mendidih. Sluuuurrpppp…emuah…emuah… tak sungkan aku mencium, melumat dan menghisap toketnya layaknya seorang bayi yang sedang menetek. Aksi itu membuat Mbak Mawar semakin terbuai dalam badai birahi.
‘ini…gede banget Dik? Bisik Mbak Mawar meraba kontolku yang masih terbungkus CD
“bukanya kamu lebih suka yang gede gede? Tanyaku manja
‘tapi…kok ada benjolanya, jangan-jangan kamu punya penyakit kelamin yah? Tanya Mbak Mawar
“enak aja, kontolku sehat dan steril Mbak, nih lihat!! Kataku memelorotkan CD
Aku meyakinkan dirinya bahwa itu adalah mutiara, yang sengaja aku tanam melalui operasi bedah ringan untuk menambah sensasi dalam bercinta. Mendengar itu Mbak Mawar tampak sangat antusias dan langsung menciumi palkon dengan penuh penghayatan, sambil tanganya secara bergantian mengocok dibagian pangkalnya. MMMM…nikmaaaaaaattttt, desisku dalam hati merasakan jari-jari lembut Mbak Mawar memainkan kontolku dengan lihai.

“masukin aja yah! Kataku sambil menunjuk jam
‘heem…terserah kamu deh! Jawabnya centil
BLESSSSSSSSSSSSSSSS… dengan sedikit menghentak, kontolku menyusup kedalam memeknya yang sempit nan menggigit. OOOoouughhh, separuh kontolku tertelan sempurna sementara separuhnya lagi masih diluar menikmati sentuhan geli ujung jembut Mbak Mawar. Hemmmmm….Mbak Mawar yang berada dibawah pengaruh obat perangsang seakan tidak tahan dengan gayaku yang sengaja perlahan menikmati detik demi detik sensasi kontolku melaju maju. Dengan kuatnya dia menarik tubuhku kedalam pelukanya dan langsung berguling sehingga tubuhnya berbalik berada diatasku untuk bergaya women on the top.
Aaauuuwwghhhhh…seperti dugaanku, obat itu membuatnya tampak seperti seorang rodeo yang mencoba menaklukan seekor kuda liar. Tubuhnya melonjak naik-turun, bergoyang dan menggelinjang mengocok kontolku dengan memeknya. Praktis hal itu membuatku meringis menahan geli yang bertubi tubi menghujaniku. Tidak ada penampakan alim atau kalem yang selama ini aku kagumi dari dirinya, ternyata dia mempunyai bakat binal diatas ranjang. Sungguh wanita yang pandai memposisikan diri, kapan haru alim, kapan harus liar dan itu membuatku semakin menyukainya.
Seiring dengan waktu goyangan Mbak Mawar semakin menjadi-jadi, bahkan ketika posisi tubuhnya membungkuk untuk melumat bibirku, pantatnya tetap berayun naik turun menggoyang kontolku yang seudah sangat keras. Awh…au….oouughhh… racau Mbak Mawar merasakan betapa nikmatnya benjolan mutiara kontolku menjejali bibir memeknya 3X lipat dari gerakan naik turunya, karena memang 3 mutiara itu aku tanam sejajar dan segaris dibagian bawah.

‘Dik…aku…aku belum pernah merasakan yang seperti ini! Katanya terbata bata
“sama Mbak, aku juga belum pernah merasakan sensasi yang begini. Jawabku
‘bagaimana jika aku ketagihan? Tanya Mbak Mawar polos
“tinggal sms aja, pasti aku kasih kok! jawabku santai
‘kalau kamu sudah balik ke Bali? Tanya Mbak Mawar penuh khawatir
“aku akan usahakan untuk pulang setiap bulanya Mbak! Jawabku
Tiba-tiba HPku berbunyi dan itu adalah telepon dari Mas Irwan yang menanyakan keberadaanku serta berpesan bahwa dia masih di Masjid serta menaruh kunci rumah di pot bunga teras. Dengan berusaha setenang mungkin aku menjawab dalam perjalanan pulang, namun entah mengapa Mbak Mawar justru mempercepat goyanganya. Tidak ada wajah bersalah diraut mukanya, bahkan pandangan matanya tampak genit seakan-akan menantangku keberanianku. Begitu obrolanku usai, aku langsung meminta Mbak Mawar berposisi doggy style dan langsung aku tusuk dari belakang dengan penuh semangat.

PLAKKKK…PLAAAAAAAKKKK…PLAAAAAKKKKKKKK… suara kecipak hebat menyertai gerakan maju mundur kontolku. memek sempitnya kini telah tercetak sempurna seukuran kontolku seakan-akan memang tercipta untuk (kontol) ku. Terus. Terus dan teruuuus, kocokanku semakin kuat, semakin hebat dan semakin dalam hingga membuat tubuhnya berayun maju-mundur sejalan dengan hentakanku. Selang beberapa menit kemudian akhirnya kontolku mengedut hebat dan sebagai peresmian hubungan akupun memaksa Mbak Mawar untuk mengulum kontolku serta menelan seluruh spermaku. CROOOOOOOOOOTTT…CROOOOOOTT… spermaku meluncur deras kedalam mulutnya tanpa bisa ditolak atau dihentikan karena aku memang sudah mengunci kepalanya dengan menjambak rambutnya sehingga mudah mengontrol gerakan kepalanya. Uuuhhukkkk…uhukkk..huwwooookkkk, Mbak Mawar tersedak hebat sampai-sampai sebagian spermaku keluar dari hidungnya. Tetapi aku tetap kukuh pada niat awalku yakni membuatnya meminum semua spermaku dan pada akhirnya usahaku sukses, meski membuatnya sedikit kesal karena ini adalah pertama kalinya dia mengulum kontol dan meminum sperma lelaki.
‘kamu jorok banget sih, asin banget rasanya! Gerutu Mbak Mawar
“kata orang, wanita yang meminum spermaku akan selalu ingat dan tidak akan pernah bisa melupakan aku! Jawabku
‘bagaimana bisa lupa, jorok begitu! Jawabnya
“mmmm…udah jangan dibahas, coba pakai ini deh biar tambah cantik! Jawabku menyodorkan kalung

Dasar wanita giliran dihadiahi sebuah kalung emas, wajahnya langsung berubah sumringah, berseri dan kembali manja nan mesra seakan-akan tidak ada masalah lagi. Selesai membersihkan diri dan memakai pakaian yang baru dibeli, kami langsung kembali menuju mobil karena hari sudah semakin malam. Beruntung ibu dan keponakanku masih tertidur dan baru terbangun saat kami sudah sampai di depan rumah sehingga tidak ada Tanya atau curiga. Begitu juga saat sampai rumah, Mas Irwan juga masih di Masjid sehingga semuanya aman terkendali hingga sempat membuatku berani masuk ke kamar Mbak Mawar dan kembali ngentot memeknya yang masih becek untuk yang kedua kalinya dalam satu malam. Jika Idul Mawar adalah kemenangan untuk banyak orang, maka Adult Mawar adalah kemenanganku seorang dan itu semakin mengukuhkan hari itu sebagai hari yang paling special dalam hidupku. Tamat by critasex.com – Cerita Dewasa, Cerita Seks Hot, Cerita Mesum, Cerita Panas Indonesia, Cerita Ngentot, Kisah Pengalaman Seks, Cerita Porno, Cerita Bokep Seru

  • cerita sex di hari raya lebaran
  • cerita ngentot waktu lebaran
  • cerita mesum saat lebaran
  • cerita dewasa ml di hari raya
Kumpulan Cerita Seks, Cerita Dewasa, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Cerita Pemerkosaan, Cerita Bokep ABG, Cerita Panas Hot, Cerita Lesby, Cerita Gay, Cerita Selingkuh Terbaru. foto cewek bugil, abg bugil, ngentot memek janda, tante girang nakal, gadis perawan bispak